Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Diduga Terlibat dalam Dugaan Hilangya Aset Hirawan Ardiwinata

Rapat Kreditor, dipimpin Hakim Pengawas yakni Mochammad Djoenaidie, di PN Jakarta Pusat Senin 9 Agustus 2021.
Rapat Kreditor, dipimpin Hakim Pengawas yakni Mochammad Djoenaidie, di PN Jakarta Pusat Senin 9 Agustus 2021.
Bagikan:

JAKARTA – Perkara dugaan tidak pidana penggelapan atau penggelapan dalam jabatan atau tindak pidana pencucian uang terhadap barang milik Hirawan Ardiwinata sebenarnya telah dilaporkan pada 29 Maret 2016. Ini tertera dalam Laporan Polisi dengan Nomor LP333/III/2016/Bareskrim.

Adapun barang-barang Hirawan Ardiwinata yang digelapkan terdiri dari 27 jenis barang bekas agunan yang tidak dikembalikan oleh terlapor atas nama Parwati Surjaudaja selaku Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP.

Gunawan Raka selaku Kuasa Hukum Hirawan Ardiwinata mengungkapkan ini ke publik.

Dalam penjelasannnya, Gunawan menguraikan, pada tahun 1995/1997 Hirawan Ardiwinata sebagai debitur atau nasabah PT Bank OCBC NISP (d/h PT Bank NISP) Bandung yang mendapatkan fasilitas kredit pinjaman sebesar Rp8 miliar dengan 8 perjanjian kredit dengan agunan atau jaminan.

”Semua fasilitas pinjaman kredit sudah dibayar lunas pada tanggal 25 Juni 2000 oleh klien kami (Hirawan Ardiwinata). Selesainya kewajiban atas kredit aksep tersebut dikuatkan bukti berupa Surat Keterangan No: 046/KPO.Kr/SK/2001, tanggal 28 September 2001,” jelas Gunawan Raka dalam keterangan yang diterima.

Pada pokoknya, sambung Gunawan, Hirawan Ardiwinata tidak mempunyai kewajiban apapun atas fasilitas kredit di PT Bank OCBC NISP (d/h PT Bank NISP).

Terlebih, setelah pelunasan dan penutupan rekening saya tersebut, PT Bank OCBC NISP (d/h PT Bank NISP) mengembalikan beberapa jaminan (5 sertifikat) yang dibuktikan dengan adanya surat ROYA.

”Akan tetapi sebagian besar jaminan milik Hirawan selaku debitur tidak dikembalikan oleh Bank NISP,” ungkap Gunawan.

Adapun jaminan yang tidak di kembalikan oleh bank NISP berupa 25 Kavling Hak Guna Bangunan seluas total +/- 8.664 M2 yang terletak di Komplek Perumahan Sangkuriang Megah Lestari atau Setiabudi Regency Bandung.

READ  Bagaimana Sebenarnya Peran Gunawan Raka di Polemik Debitur dan Kreditur? Cek Kronologinya

Termasuk, surat berharga perusahaan (obligasi atas unjuk) yang terdiri dari obligasi Astra II senilai Rp3 miliar, Obligasi BTN VIII senilai Rp4 miliar.

Selanjutnya, Obligasi Pindo Deli senilai Rp1 miliar, Obligasi PLN Seri B senilai Rp300 juta serta SHGB No.1/Cikembulan atas nama PT. Startrust dengan luas +12,1 hektare terletak di Kabupaten Pangandaran.

”Sementara, proses Penyelidikan yang dilakukan oleh Subdit V Bareskrim adalah membuat BAP klien kami selaku pelapor, Dharmawan Ardiwinata dan Wirawan Ardiwinata , (kakak dan adik saya) selalu saksi dan pemilik beberapa sertfikat yang Hirawan pinjam dan jadikan sebagai jaminan,” terangnya.

Nah, dalam pengembangan penyidikan diperoleh data, bahwa salah satu jaminan milik Hirawan atas nama PT STARTRUST yaitu Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1 Desa Cikembulan seluas 127.110 m2 terletak di Blok Bulak Laut, pada 2 Agustus 1999 (pada saat kredit masih berjalan dan belum dilunasi) telah dipinjamkan oleh PT Bank OCBC NISP (d/h PT Bank NISP).

Fakta ini diketahui, dalam SHGB no 1/Cikembulan sisa seluas 92.110 m2 pada tanggal 26 Juni 2006 dijual oleh Iskadar kepada Parwati Surjaudaja yang nota bene merupakan Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP (d/h PT Bank NISP)

”Penyidikan terhadap dugaan tindak pidana tersebut dihentikan dengan keluarnya SP3 dari Kepolisian RI Sub Dit V Dirtipidum pada sekitar bulan Agustus 2019 dengan alasan kekurangan bukti,” terang Gunawan Raka.

Merujuk dari referensi Laporan Polisi Nomor LPB/1228/XI/2020 Jabar pada 12 November 2020 dan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP. Lidik/387/II/RES.2.2/2021/Dittipideksus, pada 8 Februari 2021, Hirawan Ardiwinata bersama dengan Kuasa Hukum Gunawan Raka melaporkan kembali Tentang Perkara Dugaan Tindak Pidana Perbankan dengan cara Hirawan Ardiwinata melakukan pinjaman AKSEP kepada PT. Bank OCBC NISP (d.h PT BANK NISP) dengan beberapa jaminan berupa surat berharga.

READ  50 Ribu Karung Bansos Terbengkelai di Gudang Pulogadung

”Pada saat Hirawan Ardiwinata melunasi keseluruhan pinjamannya, PT. Bank OCBC NISP (d.h PT BANK NISP) tidak mengembalikan beberapa surat berharga yang dijadikan jaminan tersebut,” ungkapnya.

Sampai saat ini, proses penyelidikan yang dilaksanakan oleh Dittipideksus Bareskrim Polri telah memeriksa saksi-saksi dan bukti-bukti terkait dengan dugaan adanya tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh PT BANK OCBC NISP (d.h PT BANK NISP) yang dialami Hirawan Ardiwinat. (rls/oke)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *